Museum bagian 2

Kembali tentang museum, museum yang selama ini hanya dipandang sebagai tempat para benda mati, butuh inovasi agar dapat semakin kekinian. Tidak bisa hanya terus sebagai bahan kunjungan sekolah saja. Harus juga dapat menghibur sebagai bahan kunjungan rekreasi. Museum seharusnya mengandung unsur education, study, and enjoyment. Tetapi museum yang ada pada kita ini hanya mengandung education dan study saja. Kurang ada enjoyment-nya. Perlu dibuat suatu inovasi yang dapat membuat museum itu suatu tempat yang mengasikkan, dan layak dikunjungi setiap minggunya. Selain itu perlu diadakan sebuah zoning yang membedakan pelayanan pengunjung dewasa dan pengunjung anak-anak, misalkan dalam bentuk brosur yang berbeda dan pelayanan yang berbeda. Karena apa yang dibutuhkan oleh orang dewasa dalam berkunjung ke museum, berbeda dengan apa yang dibutuhkan oleh anak-anak.

Selain dari segi inovasi multimedia, hal dasar yang perlu diperhatikan di dalam museum ialah penataan barang-barang koleksi museumnya. Banyak museum yang hanya ingin menata koleksinya sepenuh mungkin, karena kalau kosong terasa hampa. Tetapi esensi dari museum itu sendiri justru adalah sebagai suatu tempat untuk merenung. Sehingga orang-orang butuh space di dalam museum itu untuk dapat merenung. Maka itu terkadang kehampaan itu justru perlu, agar orang dapat menikmati sambil merenungkan makna apa yang ada di dalam tiap-tiap benda yang terpampang di dalamnya. Jangan sampai orang merasa bahwa itu adalah toko kelontong, dimana segala barang dijejalkan sesesak-sesaknya.

Saran lain yang mungkin perlu dipikirkan mungkin mengenai patung manekin. Ada ya ng pernah melihat patung manekin manusia di museum, lengkap dengan wajah dan seluruh pakaiannya? Menurut anda apakah itu:
a. WOW keren!
b. Beli dimana ya?
c. Kumisnya baplang!
d. EMAAAKKK!! EMAAAAAAAK LAGI NGAPAIN DISANAAA??
e. Creepy...
Terkadang beberapa orang akan merasa seperti pada opsi [e] (yang jelas bukan [d]...), dimana suatu patung yang terlalu sempurna justru memiliki kesan horor tersendiri. Mungkin akan lebih baik jika digunakan media yang netral. Maksudnya netral disini jadi yang difokuskan hanya barang koleksi, manekinnya bisa dibuat bermuka rata ataupun tanpa kepala, seperti pada kebanyakan manekin toko-toko baju yang sering kita lihat di mal-mal.

Bukan untuk menjelek-jelekkan museum kita saat ini, tapi yang saya sampaikan disini ialah saran untuk membuat museum lebih baik. Secara pribadi, setelah mendatangi Museum Sri baduga kemarin, saya cukup merasa bahwa museum Indonesia sudah cukup baik kok. Tapi kalau bisa lebih baik lagi, kenapa tidak, ya toh? :D
Read More..

Museum: Sang Romantika Masa Lalu

Pernah tidak kalian mendatangi museum? Iya, museum yang itu, yang dimana di dalamnya terdapat barang-barang peninggalan sejarah. Dimana kita bisa menikmati bagaimana suasana masa lalu hanya engan masuk ke dalamnya. Museum di Indonesia murah-murah loh, jadi pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya! Soalnya di luar negeri, masuk museum saja harus bayar beratus-ratus ribu. Kalau di kita? bayar Rp.2500 saja sudah bisa masuk ke Museum Sribaduga di tegalega sana.Haha.

Museum merupakan satu bentuk sumber pengetahuan yang sangat penitng. Dimana kita dapat melihat wujud barang dari foto-foto yang mungkin hanya bisa kita lihat lewat foto-foto di buku pelajaran jaman SD dan sebagainya. Ya, museum adalah tempat untuk belajar dengan menyenangkan. Secara umum, fungsi museum adalah sebagai tempat untuk menyimpan berbagai artefak dan merekam jejak budaya. tetapi lebih dari itu, sebenarnya museum adalah tempat yang menceritakan kepada kita berbagai hal. Hanya dengan melihat barang-barang di dalamnya saja, terbayang beribu hal yang mungkin terjadi pada benda-benda tersebut. Dengan bantuan informasi-informasi yang tertulis mengenai benda tersebut, imajinasi kita tidak akan melantur ke amna-mana. Bayangkan sebuah batu yang tergeletak di pinggir jalan dan yang tersimpan di dalam etalase museum. Mungkin batunya sama, tetapi kesannya berbeda kan? Mungkin batu yang di dalam museum memiliki cerita bahwa batu itu pernah menyandung kaki Napoleon sehingga ia kalah perang dan sebagainya. Tanpa adanya peran serta museum, hal seperti itu akan terus terkubur tanpa pernah diketahui orang-orang.

Dari segi seni, barang-barang di museum ialah barang diam yang bercerita. Layaknya sebuah lukisan, hanya dengan diam saja mereka dapat membuat orang membuat sendiri berbagai cerita di dalam benak mereka. Tetapi terkadang ada juga imajinasi yang melenceng, maka itulah dibutuhkan informasi yang mendampingi sang barang-barang terseebut. Tetapi mungkin untuk kebanyakan orang, museum kurang menarik. Sehingga mungkin hanya kalau ada tugas dari guru saja baru kita dapat mengunjungi museum. Iya kan? Yang jawab enggak coba ngacuuunggggg...Yak, itu jangan pura-pura ngacung. Hahahah.

Mungkin memang di kita museum kurang menarik, atau memang budaya Indonesia tidak begitu menganggap musuem sebagai hal yang menarik. Sehingga pengunjung jarang datang, dan pemerintah pun tidak begitu concern. Padahal coba bayangkan, Rp.2500 saja kita bisa berkeliling dan menghabiskan waktu sebegitu banyak di dalam museum bersama keluarga, lebih murah dibandingkan ke mall manapun! Kalo lagi kere kan tinggal ke museum, dompet tenang semua senang.

Mungkin butuh upaya untuk membenahi museum untuk lebih menarik. Salah satunya yang mungkin akan saya pelajari ialaha penerapan konsep berbasis multimedia di dalam museum. Dengan begitu museum akan terasa lebih interaktif dan menarik, sehingga orang pun ingin masuk ke dalam dan menikmati. Bayangkan informasi yang ada di dalam museum tidak hanya berupa teks tetapi berupa suatu media yang bisa berinteraktif dengan pengunjungnya! Pasti akan sangat menarik yakaaaannnnn? Semoga saja banyak yang mulai ingin membuat hal-hal seperti ini sehingga museum kita bisa mulai berjaya.

Hidup museum Indonesia!
Read More..

Multimedia Dalam Kehidupan: Animasi

Di era globalisasi seperti ini, siapa sih yang tidak mengenal teknologi multi media? Tentu saja meski cuman selintas, anda-anda semua mungkin sedikitnya sudah mengenal aplikasi multimedia seperti film, animasi, game dan sebagainya. Dunia animasi, misalnya, saat ini sudah sangat banyak sekali pengaplikasiannya. Mulai dari sekedar film kartun animasi biasa, animasi untuk periklanan, lalu animasi sudah merambah ke teknologi 3D dengan rendering yang sangat bagus, menyerupai kenyataan. Contohnya, ada yang sudah pernah nonton film Final Fantasy VII: Advent Children? Wuih, disitu gila banget grafisnya, bener-bener bagus. Tapi itu dulu tahun 2007an saya terkagum-kagumnya. Sekarang sih sudah sangat banyak game-game yang sudah mencapai taraf grafis seperti itu. Mau jadi seperti apa ya dunia teknologi kita nantinya? Jangan-jangan bakal ada sofwer buat pacaran ama wanita khayalan?haha. Asa nggeus aya ah...

Mungkin untuk yang ingin tahu lebih jelas tentang animasi bisa download pdfnya disini.
Read More..

Selamat datang dunia, perkenalan dariku

Yeah akhirnya saya mulai menjelajahi dunia blog...Semoga ada senior-senior blogger yang sudah fasih tak sengaja mampir kesini baik karena kepencet ato nggak ya emang iseng-iseng aja, trus bisa memberikan banyak wejangan mengenai web blogging...hahaha.

Jadi blog ini mungkin akan banyak berisi mengenai dunia seputar Multi Media, dimana itulah yang merupakan jurusan yang saya dalami di kuliah. Bukan, saya bukan membuat blog ini hanya karena tuntutan tugas, tetapi karena saya juga sebenarnya ingin sekali merambah dunia blog dari kapan taun tapi da ga ada kesempatan euy...

Dan akhirnya di sinilah saya, dengan postingan pertama saya yang penuh keamatiran, menuju dunia blog yang lebih besar lagi. Semoga saya bisa membuat blog yang berguna bagi siapapun yang datang kemari, dalam rangka sengaja ataupun tidak sengaja. haha.

Hidup Indonesia!
Read More..